Home » Profil LPPM

Profil LPPM

Struktur Organisasi LPPM
Struktur organisasi LPPM meliputi Ketua, Sekretaris, Kepala Pusat Kajian, Kelompok kajian keilmuan dan lintas keilmuan di tingkatan Fakultas, Jurusan, dan Program Studi. Tugas pokok dan fungsi masing-masing divisi diuraikan sebagai berikut:
1. Ketua LPPM bertanggungjawab langsung kepada Rektor dan mengimplementasikan kebijakan Rektor dalam bidang riset dan pengabdian kepada masyarakat, baik internal IKIP Mataram maupun Kebijakan Nasional. Dalam melaksanakan tupoksinya, Ketua dibantu oleh Sekretaris, para Kepala Pusat Kajian, Kabag, Kasi/Kasubag, serta staff penunjang di lingkungan LPPM.
2. Sekretaris bertugas membantu ketua dalam mengendalikan dan melaksanakan tata kelola LPPM, dibantu penuh oleh Tenaga Administratif yaitu Kabag, para Kasi/Kasubag. Untuk kegiatan akademik dan riset dibantu oleh para Kepala Pusat Kajian.
3. Komisi Pertimbangan dan Staf Ahli merupakan komisi independen yang ditunjuk langsung oleh Ketua LPPM, baik dari internal maupun eksternal IKIP Mataram yang berperan sebagai konsultan ahli dalam berbagai disiplin ilmu.
4. Kepala Bagian bertugas mengatur dan mengawasi pekerjaan Kasi/Kasubag dan staff administrasi untuk membantu penuh Ketua dan Sekretaris, serta para Kepala Pusat Kajian.
5. Para Kasi dan Kasubag membantu penuh Ketua dan Sekretaris serta berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para Kepala Pusat Kajian untuk mendukung kelancaran pelaksanaan program.
6. Kepala Pusat Kajian/Penelitian Kepala Pusat Kajian bertanggungjawab dalam pelaksanaan tugasnya langsung kepada Ketua LPPM, sedangkan teknis administratif berkoordinasi dengan Sekretaris


LPPM IKIP Mataram dan dibantu penuh oleh Tenaga Administrasi terutama para Kasi dan Kasubag serta Staff Administrasi yang ada di masing-masing pusat kajian atau meminta tenaga bantuan administratif melalui Sekretaris. Seluruh program kegiatan memperoleh masukan dari Komisi Pertimbangan/Staff Ahli untuk meningkatkan mutu/kualitas program.
a) Pusat Penelitian Inovasi Pendidikan.
Mencakup kajian teori dan inovasi pendidikan formal, nonformal, dan informal secara konsisten; melakukan riset khusus mengenai
teaching and learning; melakukan pengembangan model-model kajian pendidikan secara berkelanjutan (education for sustainable development); manajemen pendidikan, teknologi informasi, pendidikan inklusi dan anak berkebutuhan khusus, kurikulum dan pengujian pendidikan dan pembelajaran, bimbingan konseling, serta evaluasi pendidikan.
b) Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan.
Mencakup pengembangan tata kelola pendidikan, manajemen institusi, dan perbaikan sistem dan mutu pendidikan.
c) Pusat Penelitian Penerapan Sains dan Teknologi.
Mencakup pengembangan energi baru dan terbarukan, pengembangan dan ketahanan pangan, pengembangan sektor peternakan, kajian ilmu dasar dan terapan.
d) Pusat Penelitian Pariwisata, Seni, dan Budaya.
Mencakup kajian pariwisata, seni, pendidikan seni, bahasa dan sastra, serta budaya serta potensi-potensi wisata yang dapat dikembangkan sebagai aset daerah dengan tetap menjaga norma-norma agama dan adat istiadat serta tidak bertentangan dengan undang-undang Negara Kesatuan Republik Indonesia.
e) Pusat Penelitian Kewirausahaan dan Pemberdayaan Masyarakat.
Mencakup layanan kebutuhan berdasarkan permintaan masyarakat, pendidikan, pelatihan, penerapan IPTEK, kursus singkat, perencanaan dan perancangan produk-jasa, melakukan layanan konsultansi, pembinaan, pendampingan, penyuluhan, penataran, dan pengembangan bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, ketenagakerjaan, kewirausahaan dan keterampilan fungsional
masyarakat. Selain itu juga memberikan layanan penyediaan dan penyebaran informasi serta peluang pengembangan pemanfaatan IPTEK. Melalui kegiatan KKN diupayakan juga peningkatan, pengembangan dan kajian model-model 
KKN tematik yang sejalan dengan pedoman nasional KKN dan relevan dengan kebutuhan pemerintah daerah serta masyarakat, sekaligus melakukan evaluasi keberhasilan KKN bagi perguruan tinggi, pemda, dan masyarakat. Pusat kajian juga melakukan koordinasi penggalangan dan pembinaan pada himpunan mahasiswa prodi, jurusan, dan ormawa tentang pola dan strategi pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa, serta penerapan tridharma perguruan tinggi oleh mahasiswa.
f) Pusat Penelitian Olahraga dan Kesehatan.
Mencakup pengembangan perangkat dan metode pengajaran pendidikan jasmani dan kesehatan di sekolah, pengembangan latihan dasar dan peningkatan kemampuan fisik calon atlet, dan pengembangan pusat-pusat kesehatan masyarakat.
7. Kelompok kajian rumpun keilmuan dan lintas keilmuan yang ada di Prodi maupun di Fakultas merupakan target kelompok khusus yang tumbuh dan berkembang dari Prodi, Jurusan, Fakultas, Sekolah, Pascasarjana, dan Kampus Daerah. Kelompok kajian ini lahir dari disiplin keilmuan masing-masing, tetapi tetap berkoordinasi dengan pusat-pusat kajian atau penelitian di LPPM.